S1 Ilmu Politik
KLIK DISINI UNTUK BERTANYA DI WHATSAPP
S1 Ilmu Politik
Nama Program Studi | : | Ilmu Politik (S-1) | |||||||||
Rumpun Ilmu | : | Ilmu Sosial atau Ilmu Politik | |||||||||
Konsentrasi/Kekhususan/Peminatan | : | ¤ Ilmu Politik | |||||||||
Gelar/Sebutan Lulusan | : | Sarjana Ilmu Politik atau Sarjana Sosial | |||||||||
Singkatan Gelar sesuai EYD | : | S.I.P. atau S.I.Pol. atau S.Sos. | |||||||||
Singkatan Gelar yang populer (digunakan masyarakat/umum) | : | S.IP. atau S.IPol. atau SSos. | |||||||||
Beban Studi dan Masa Studi | : | ||||||||||
|
|||||||||||
Kurikulum/Mata Kuliah | : | Lihat di bawah ini | |||||||||
Prospektus (Tujuan, Kompetensi, Prospek Kerja/Karir Lulusan) | : | Lihat di bawah ini |
Gelar/sebutan tersebut di atas adalah gelar yang sering digunakan (belum tentu digunakan PTS terkait).
Mengenai gelar (untuk S1, S2, S3) atau sebutan (untuk diploma) yang digunakan oleh perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah tidak baku (tidak standard) lagi, walaupun pemerintah telah membuat peraturannya, namun sebagian besar perguruan tinggi hanya mematuhi sebagian dari peraturan tersebut. Hal ini tidak dapat disalahkan, karena perkembangan rumpun ilmu yang sangat pesat dan memunculkan cabang-cabang ilmu baru yang merupakan integrasi dari beberapa rumpun ilmu, sehingga menyulitkan perguruan tinggi untuk mengelompokkan cabang tersebut terhadap rumpun ilmu yang dibuat pemerintah.
Demikian pula dengan cara membuat singkatan gelar/sebutan tersebut, masyarakat cenderung membuat singkatan sendiri yang justru lebih populer dibandingkan aturan EYD Bahasa Indonesia.
Di bawah ini diberikan kurikulum/mata kuliah dan prospektus (kompetensi alumnus, prospek kerja/karir lulusan, dsb). Untuk mata kuliah program studi Ilmu Politik (S-1) yang disampaikan disini adalah irisan (dan sebagian gabungan) dari kurikulum beberapa perguruan tinggi, sehingga dimungkinkan beberapa mata kuliah pilihan tidak ada di perguruan terkait, atau nama mata kuliahnya sedikit berbeda.
Prospektus S1 Ilmu Politik |
Ilmu politik merupakan ilmu yang bersangkutan dengan negara, yang berusaha untuk mengerti dan memahami negara dalam keadaannya, dalam sifat essensialnya, macam-macam bentuk dan manifestasinya serta perkembanganya.
Ilmu politik mempelajari masalah kekuasaan dalam masyarakat, sifat hakikatnya, luas lingkupnya, dasar landasannya serta hasil akibatnya.
Ilmu politik mempelajari sifat dan tujuan dari negera, sejauh mana negara merupakan organisasi kekuasaan, dan sifat serta tujuan daripada gejala kekuasaan lain yang tidak resmi yang dapat mempengaruhi negara.
Ilmu politik memperhatikan hubungan kekuasaan antara orang dengan orang, antara orang dengan negara, dan antara negara dan negara.
Ilmu politik mempelajari usaha manusia untuk memerintah dirinya sendiri, untuk menciptakan pemerintahan dan negara dan untuk mengendalikan nasib sosialnya yaitu nasibnya dalam hidup bermasyarakat, ilmu politik juga mempelajari sifat yang abstrak dari negara dan lembaga-lembaga politik lainnya.
Kompetensi Lulusan S1 Ilmu Politik
Lulusan Program Studi Ilmu Politik dibekali dengan kemampuan,
ketrampilan, etika, dan pengetahuan tentang Politik Indonesia dan
Kebijakan Publik, Governance dan Transisi, Metode Ilmu Politik; serta
memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap perubahan politik dan
kompleksitas perkembangan negara, kebijakan publik, perubahan sosial,
ekonomi, serta dinamika politik, pemerintahan, dan teknologi yang
relevan sesuai tuntutan kebutuhan yang ada di masyarakat dan sesuai
dengan dinamika jaman (globalisasi).
Kompetensi dasar Sarjana Ilmu Politik adalah memiliki kualitas dan integritas intelektual; mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan; menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu maju dan berkembang; mampu menelusuri dan mendapatkan informasi ilmiah; mengetahui cara dan dapat terus-menerus belajar; dalam menangani tiap masalah, mampu mengungkap struktur dan inti persoalan serta menetapkan prioritas tahapan-tahapan penyelesaiannya; mengetahui dan dapat memanfaatkan kegunaan teknologi informasi; dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan; cakap dan terampil dalam bidang politik; dapat menyelesaikan masalah secara logika, memanfaatkan data/informasi yang tersedia; dapat menggunakan konsep-konsep untuk menerangkan hal-hal yang tidak/kurang jelas; mampu mandiri dalam kerja dan upaya; mampu aktif berperan-serta dalam kelompok kerja; mampu berkomunikasi dengan para pakar dalam bidang keahlian lain dan memanfaatkan bantuan mereka; mampu memanfaatkan secara efektif sumber-sumber daya yang ada; mampu memulai rintisan pembentukan unit wirausaha di bidang politik, mampu mengikuti perkembangan baru di bidang politik, melaksanakan penelitian, atau mengikuti program studi di tingkat lebih lanjut.
Profesi dan Karir Lulusan S1 Ilmu Politik
Sarjana Ilmu Politik dapat bekerja dan berkarir di semua lembaga
pemerintah dan non pemerintah seperti LSM, Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), instansi pemerintah, lembaga keuangan, departemen luar negeri
dan dalam negeri, lembaga pelayanan publik (swasta maupun pemerintah),
baik internasional, regional maupun lokal, sebagai tenaga profesional,
analis politik, negosiator, analis kebijakan, praktisi politik
(partai atau organisasi kemasyarakatan), governance relation officer,
aktivis sosial/pekerja organisasi nirlaba, staff diplomatik, staff
kedubes Indonesia atau asing, tenaga ahli Hak Asasi Manusia (HAM), politisi, anggota DPR/D, peneliti, wartawan, akademisi/dosen, pemimpin/manajer, dsb.
Menjadi dosen/pengajar/peneliti bidang politik di PTN/PTS atau pusat-pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat), atau peneliti di Lembaha-lembaga Riset, Rating, Survei.
Berwiraswasta (Entreprenuer) menjadi konsultan politik dan kebijakan, konsultan pemilu/pilkada, dsb, dengan mendirikan lembaga riset, lembaga survei, lembaga pelatihan, lembaga rating, dsb.
Mata Kuliah S1 Ilmu Politik |
|
|
No comments